[Cerita] Catatan Ramadhan

Catatan Ramadhan 1433 H

“Pernahkah anda mendapatkan pengalaman semasa kecil dahulu dimana setiap bulan ramadhan datang, anda diminta untuk datang ke masjid pada malam hari dan mencatat isi ceramah sang peng-khutbah? Jika anda hadir di muka bumi ini sebagai generasi akhir 90’an atau 2000-an, dan anda bermukim di wilayah administratif NKRI, tentu anda mengalami realitas tersebut di atas. Entah sejak kapan kebijakan tersebut ada, pastinya ada hal-hal menarik yang (mungkin) bisa diceritakan di setiap malam-malam penuh kecurangan tersebut. Seperti yang dulu saya alami, dan (tentunya) seperti pengalaman baru yang berhasil saya wujudkan setelah sekian juta detik dilewati”

Semasa sekolah dasar dahulu, pernah saya berujar bahwa ada keinginan untuk sholat tarawih di masjid yang berbeda tiap harinya. Lewat sudah seratus purnama di langit, akhirnya ucapan tersebut berhasil saya tunaikan. Bulan puasa tahun ini jatuh pada bulan Juli dan Agustus. Usia belumlah genap seperempat abad, dan studi di perguruan tinggi baru saja selesai tiga bulan sebelumnya. Sembari hidup luntang-lantung di negeri orang, ramadhan kali ini saya buat sebuah resolusi. Satu malam satu masjid. Tidak muluk resolusi yang direncanakan ini. Dan cukup mudah tentunya.

Jika ditanya, apakah tujuan menunaikan resolusi tersebut, punyalah saya jawab yang barang tentu bukan untuk memuaskan si penanya. Apa pasal? Jawab saya, pertama, apakah pertanyaan tersebut bertujuan untuk memuaskan? Dengan pertanyaan ini saja saya telah membuat titik tekan bahwa tidak akan ada pemuasan jawaban untuk si penanya. Kedua, apakah manusia pernah benar-benar ‘merasa’ puas?  Ketiga, agar tulisan ini jadi lebih panjang, bolehlah saya katakan bahwa sebuah resolusi pribadi tentu tidak perlu mengundang kepuasan bagi orang lainnya. Apa yang saya perbuatan tidaklah memiliki nilai manfaat langsung bagi siapa yang mengetahuinya. Sampai disini bingunglah anda dengan apa yang saya utarakan. Saya berikan sedikit inti dari resolusi ini. Mengunjungi lebih banyak masjid berarti sama halnya dengan semakin sering bertamu ke rumah duniawi sang Khalik. Di masjid, tamu adalah hamba. Memisahkan batas definitif duniawi dan Dzat yang ghaib. Semakin bingunglah anda dengan penyataan ini.

Dua puluh sembilan malam yang telah dilewati pada ramadhan tahun ini membawa saya kepada sejumlah masjid yang sungguh beragam. Tidak ada niat untuk saya ceritakan satu per satu. Mungkin akan saya ringkas dalam model info grafis (jikalau sempat). Berharap penyampaian dengan cara tersebut akan menjadi lebih menarik untuk disimak. Dari total keseluruhan masjid yang saya kunjungi, lima di antaranya berada di luar kota Bandung, tempat saya bermukim sementara ini. Dua masjid berada di wilayah administratif kabupaten Bandung Barat, satu masjid berada di DKI Jakarta, dan dua masjid terakhir yang dikunjungi ada di kota kelahiran saya, Padang. Setiap masjid punya ceritanya masing-masing. Sekali lagi, saya tidak akan menceritakannya.

Jika cerita saya arahkan pada pertanyaan, apa yang telah saya pelajari selama mengunjungi masjid-masjid tersebut, akankah menjadi lebih menarik bagi pembaca? Sangat mungkin menjadi lebih membosankan. Atau yang paling mungkin, anda akan berhenti pada tanda titik setelah ini. Tapi biarkan saya lanjutkan sedikit saja, supaya selesai tulisan ini.

Kesatu, hal umum yang diketahui banyak orang ketika ‘safari’ ramadhan ke masjid-masjid adalah adanya perbedaan ‘cara’ yang dilakukan DKM dalam memakmurkan masjid. Perbedaan dalam bentuk program ini biasanya meliputi kegiatan seperti pembagian menu buka puasa, pelaksanaan sholat taraweh, pengajian rutin, ataupun i’tikaf. Perbedaan pada pelaksanaan sholat taraweh sangat lumrah terjadi dalam hal jumlah raka’at. Ada masjid yang melaksanakan 11 raka’at dan ada yang 23 raka’at (termasuk Witir). Dan di salah satu masjid ada yang melaksanakan 21 raka’at. Program-program yang gelontorkan oleh DKM ini pada akhirnya menarik perhatian para pe-safari ramadhan. Masjid-masjid yang lebih ‘terkenal’ biasanya mengadakan program yang pada akhirnya menarik minat orang-orang untuk ikut serta meramaikan masjid. Di salah satu masjid, ada yang menyajikan menu makan sahur yang terbilang cukup ‘mewah’ sehingga ramai jamaah yang ikut menyemarakkan masjid dengan ber-taraweh dan ber-i’tikaf. Namun, ada pula masjid yang ramai memang karena adanya jama’ah yang loyal untuk hadir setiap harinya.

Kedua, lain padang lain ilalang. Ungkapan yang cukup tepat untuk menggambarkan bahwa setiap daerah memiliki nuansa ramadhan yang bervariasi pula. Di salah satu kota, dimana para pemudanya lebih banyak berada di daerah rantau, sangat sulit untuk mencari masjid yang melaksanakan ibadah i’tikaf berjama’ah. Selain itu, ada kecenderungan masjid diramaikan oleh orang-orang tua dan anak-anak. Di lain daerah, banyak masjid yang menyemarakkan ramadhan dengan i’tikaf berjemaah. Ditambah pula masjid yang diramaikan oleh para pemuda dan juga orang-orang tua. Pikir saya ini adalah daerah rantau yang memiliki pusat budaya berupa perguruan tinggi dan kawasan niaga. Ketiga, safari ramadhan bersama kawan-kawan akan lebih menarik. Hal ini akan sangat terasa ketika anda melaksanakan i’tikaf bersama sahabat ataupun rekan kerja. Apa sebab? Dengan tidak ada maksud mengurangi niat ‘meng-khusyuk-an’ diri dalam beribadah, bersama rekan sejawat membuat anda cenderung untuk tidak cepat bosan dan mengantuk tentunya. Kawan menjadi tandem untuk saling mengingatkan dan ‘mengobrol’ tentunya.

Sampai disini, cukuplah kiranya tulisan ini saya buat. Oleh karena ketidakmahiran dalam menceritakan pengalaman dalam wujud tulisan. Apa yang saya alami adalah pengalaman yang tidak mungkin saya bagi kepada anda sekalian. Hal ini karena pengalaman hanya bisa ‘dibagi’ dengan cara melibatkan anda dalam kegiatan yang saya alami pula. Akan tetapi, ada harap bahwa cerita ini memberikan sedikit pemicu bagi para pembaca untuk memberi komentar sesudahnya. Apakah komentar itu bersifat kritik atau hanya gumaman belaka, adalah hak anda untuk menentukannya. [bow]

Padang, 11 Agustus 2013

Daftar Masjid yang Dikunjungi:

  1. Masjid Al Ihsan (Darul Hikam), Dago
  2. Masjid Al Ihsan (STKS), Dago Atas
  3. Masjid Junudurrahmah (Komp. TNI AD), Jl. Sumbawa
  4. Masjid Universitas Padjadjaran (Kampus DU), Jl. Teuku Umar
  5. Masjid Nurul Iman, Mekarwangi, Kab. Bandung Barat
  6. Masjid An Nuur (Komp. Biofarma)
  7. Masjid Istiqamah, Jl. Citarum
  8. Masjid Istiqlal, Jl. Tubagus Ismail
  9. Masjid Jami’ Cipaganti, Jl. Cipaganti
  10. Masjid Ukhuwwah, Jl. Jawa
  11. Masjid Al Murabbi, Setrasari
  12. Masjid Pusda’i, Jl. Supratman
  13. Masjid LIPI, Jl. Sangkuriang
  14. Masjid Lao Tze 2, Jl. Tamblong
  15. Masjid Al Bakrie, Rasuna Said Epic., Jakarta Selatan
  16. Masjid At Taqwa (Samping Pendopo), Jl. Kebon Sirih
  17. Masjid Habiburrahman (Komp. PT DI),   Hussein Sastranegara
  18. Masjid Al Irsyad, Kota Baru Parahyangan
  19. Masjid Ar Rosada (Pasar Atas Ciroyom), Ciroyom
  20. Masjid Salman ITB, Jl. Ganeca
  21. Masjid Ar Raudhah (Komp. TM Pahlawan)
  22. Masjid Al Asy’ari (Komp. Univ. Islam Bandung), Jl. Taman Sari
  23. Masjid Daarut Tauhiid, Jl. Geger Kalong Girang
  24. Masjid Raya Bandung, Jl. Asia Afrika
  25. Masjid Al Ukhuwwah, Jl. Tubagus Ismail Dalam
  26. Masjid Univ. Pendidikan Indonesia – Bandung, Jl. Setiabudhi
  27. Masjid Al Ikhlas, Jl. Tubagus Ismail
  28. Masjid Raya Nurul Iman, Padang
  29. Masjid Raya Ganting, Padang

2 thoughts on “[Cerita] Catatan Ramadhan

  1. Bisa dibilang ini wisata rohani ya..
    Bertualang yang tidak hanya mendapat kepuasan duniawi saja, tetapi InsyaAllah, bekal akhirat.
    Kalau aku punya lebih dari dua ibu jari tangan, boleh kasih acung semuanya.

    Banyak belajar, banyak tau juga banyak mengerti..

    Ditunggu cerita2 berikutnya kawan!

  2. Let’s talk about life, young adventurer!😀 I’ll serve a cup of best coffee in this town. See ya in Bandung. Thank for your comment. I’ll still need more effort to be better.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s