[Catatan] Kerja (Usaha)

Merujuk pada kaidah ilmiah dimana suatu kerja (usaha) dapat dihasilkan apabila gaya bekerja pada perpindahan yang tidak nol, untuk dapat menghasilkan suatu gaya (pengaruh) yang besar, tentunya diperlukan usaha yang besar pula. Dengan catatan, perpindahan bernilai konstan. Tidak jarang pula, usaha yang dilakukan bernilai nol pada kondisi tertentu. Lelucon para engineer sering mengatakan bahwa apabila kita melakukan suatu perjalanan dimana rute berangkat dan perginya sama, maka kita telah melakukan suatu usaha yang sia-sia (bernilai nol). Nol dipandang sebagai ketiadaan. Perlu digarisbawahi bahwa rumus usaha hanya berlaku apabila gaya yang berkerja segaris dan searah dengan perpindahan.”

Tidak terikat pada norma bahwa kerja diidentifikasi sebagai aktivitas di dunia ketenagakerjaan formal, apapun yang dilakukan dengan bantuan ‘gaya’ adalah suatu bentuk kerja. Terlepas dari nilai nol ataupun tidak nol. Ada kaidah yang (mungkin) idealnya dipegang oleh setiap ‘pekerja’. Hal pertama yang menjadi kemungkinan adalah idealisme. Tidak jarang manusia menolak kerja dengan alasan ketidaksesuaian paham ideal yang dianut. Pertanyaanya adalah mengapa? Jika kita mengadopsi teori milik Maslow, tentu setiap manusia akan melakukan kerja yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya yang lima – fisiologis, keamanan, afiliasi, kepercayaan diri, dan aktualisasi. Boleh jadi kelima constraint ini merupakan motivasi intrinsik yang mendasari idealisme manusia dalam menentukan kerja mana yang akan ia lakukan.

Kedua, orientasi kerja merujuk pada hasil akhir (output). Berpikir tentang hasil dari suatu kerja adalah suatu kelaziman. Tidak sedikit yang melakukan kerja demi imbalan material – uang, makan, ataupun benda ‘bernilai’ lainnya. Namun, tidak pula bisa dipandang sebelah mata bahwa ada pula yang melalukan kerja demi imbalan berupa pengakuan, jabatan, atau mungkin eskalasi diri lewat jalur profesional. Berorientasi pada hasil akhir bukan berarti mengesampingkan proses. Adalah kaidah ketiga yang perlu dipahami dalam kerja, yaitu prinsip – untuk menjawab poin orientasi hasil. Prinsip kerja menjaga si-pekerja untuk tetap berada pada lorong yang tepat. Perbedaan prinsip bukan berarti menjamin perbedaan tujuan (orientasi hasil akhir). Akan tetapi, seringkali untuk mencapai tujuan yang berbeda, diperlukan pula prinsip kerja yang berbeda pula. Seorang yang ingin menjadi tenaga pengajar tidak harus menjadi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mengajar tanpa status formal realitasnya memberi tantangan yang lebih besar dan penuh resiko. Tapi, tujuan akhirnya tetap sama, ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ – seperti yang tertera pada prambule dasar negara ini. Jadilah bahwa prinsip merupakan hal yang biasa dalam perbedaan, namun tidak jarang menuntun manusia pada tujuan yang sama.

Di dalam perjalanannya, manusia pekerja akan senantiasa mendapat banyak tantangan yang pada akhirnya akan menguji ketiga kaidah tersebut. Idealisme tidak jarang luntur bukan lantaran tidak ingin mempertahankan, tapi karena ‘pemaksaan’ oleh kondisi. Ketidakmampuan mempertahankan idealisme sering kali diuji oleh kebutuhan dasar. Apabila kembali pada teori Maslow, adalah kebutuhan fisiologis dan keamanan yang (sangat mungkin) mengubah haluan idealisme ini. Di dalam teori Komunikasi, West dan Turner (2009) menyebutkan bahwa kondisi ini bisa jadi diakibatkan oleh gangguan semantik, psikologis ataupun fisiologis. Masuknya pertimbangan komunikasi ini dikarenakan situasi kerja yang tidak terlepas dari model komunikasi – sebuah mekanisme yang memberi simulasi perjalanan suatu informasi dalam keseharian. Sejalan dengan kaidah pertama (idealisme), prinsip kerja dan orientasi kerja pun tidak lepas dari kemungkinan terjadinya perubahan.

Bekerja untuk menyibukkan diri – karena dengan menyibukkan diri setengah dari kebahagiaan di dunia akan mampu kita peroleh.

 

Bandung, 20 Mei 2013

(Hari Kebangkitan Nasional)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s