[Catatan] Pentas Seni UKM-ITB

Sehari menjelang peringatan Hari Kartini, Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung mengadakan sebuah pentas seni bertajuk ‘Siti Palito’. Acara ini digelar pada hari Sabtu, 20 April 2013 di Auditorium Sasana Budaya Ganesha Bandung. Pementasan berdurasi sekitar tiga jam ini menampilkan berbagai ragam kesenian khas Minangkabau seperti tari, musik, lakon, dan randai. Adapun pementasan seni ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Dies Natalis UKM-ITB ke XXXVIII. Sebagai pra-acara, dua kegiatan telah mengawali pementasan seni ini, yaitu: ACTion for Minangkabau dan Talkshow Wirausaha Minangkabau.

IMG_3852

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, pementasan seni atau pagelaran seni UKM ITB ini selalu diawali dengan sebuah tarian pembuka – Tari Galombang Pasambahan. Tarian ini lazimnya ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke Minangkabau. Gerakan pada tarian ini terlihat tegas dan dinamis – cenderung memperlihatkan karakter tarian Minang yang bertempo ‘cepat’ dan tangkas. Selain itu, ditampilkan pula tarian khas Minangkabau lainnya, yaitu: Tari Garak Kambang, Tari Lenggang Bagurau, Tari Serampang 12 + Sapu Tangan, dan Tari Piring.

Pada pagelaran seni kali ini, UKM-ITB mengangkat sebuah cerita berjudul “Siti Palito”. Kisah yang berlatar akhir abad ke-19 di ranah Minang ini menceritakan tentang perjuangan seorang wanita bernama Siti dari nagari Manggopoh. Keteguhan hatinya dalam memperjuangkan kemerdekaan masyarakat di kaumnya harus dibayar dengan nyawanya sendiri. Ia terbunuh kala melawan raja yang berkuasa saat itu. “Kisah Siti Palito ini diangkat dengan maksud menyampaikan pesan bahwa perjuangan juga dapat dilakukan oleh kaum wanita, sekalipun dilakukan lini depan perlawanan garis keras. Selain itu, peringatan Hari Kartini dirasa menjadi salah satu momentum yang tepat untuk menyampaikan pesan moral ini,” ujar Nazmi – salah seorang panitia dan personil pertujukan seni UKM-ITB malam itu.

IMG_3625

Acara ditutup dengan suguhan musik kreasi dari punggawa musik UKM-ITB. Sebelumnya, tarian terakhir yang ditampilkan – tari Piring – membuat heboh penonton yang memenuhi auditorium Sabuga karena ‘dibumbui’ dengan atraksi ‘injak – injak piring’ oleh penari lelaki. Rasa haru, bahagia, dan (mungkin) sedih tercermin dari wajah panitia dan personil selepas acara usai. Pesan untuk selalu memperjuangkan seni tradisi Indonesia perlu untuk senantiasa dikembangkan, tidak hanya oleh golongan tua, tapi juga para pemuda. Selamat UKM-ITB! Jaya selalu!

penulis.

2 thoughts on “[Catatan] Pentas Seni UKM-ITB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s