[Catatan] Gajah vs Semut

“Sebuah fakta, karena dapat buktikan. Tapi ini hanyalah realitas media, bukan dunia nyata”

Entah pepatah atau kata bijak darimana, bunyinya adalah sebagai berikut : “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak”

Hiperbolik memang, tapi itulah majas. Sebuah analogi atas suatu kejadian yang tidak ingin disampaikan dengan bahasa ‘ceplas-ceplos’. Apakah untuk alasan sastra, sindirin, atau regulasi tata bahasa, silakan dipilih sendiri.

“Tapi, pepatah tersebut sangat revelan hingga masa kini. Seolah tidak lekang oleh waktu. Fenomena Gajah vs Semut terjadi dimana-mana. Ketika suatu hal besar yang sedang butuh perhatian lebih, justru tidak terlihat dan ‘tertutup’ oleh seekor semut. Mungkin karena ‘di mana ada semut, mungkinlah ada gula di sana’. Tapi sungguh sangat disayangkan tentunya, bila kondisi ini terjadi secara masif, secara kontinu.

Saat kondisi seperti itulah, seorang dengan pengamatan yang jeli, dengan kebiasaan terhadap detail sesuatu, menjadi dibutuhkan.

“Orang besar memang berbicara soal gagasan, tapi hanya orang dengan jiwa mencinta yang akan melihat pada detail, karena di sanalah esensi untuk saling berbagi bersembunyi”

Bandung, 3 Maret 2013

seiring jazz yang bersahutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s