[Coretan] Menjelang Pagi

“Senandung pilu para pemuja malam,

yang berkelana kala fajar masih jauh di peraduan

sayup terdengar, rindu ia pada rumah tempat berpulang.

Lantas mengapa tuan tak jua padam?

dalam pada secangkir pekat kopi yang dituang

kita sudahi saja sekenanya. Sementara saja.”

 

Bandung, 27 Februari 2013

pinggiran kota

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s