[Catatan] Kedai

“Tiga orang kawan datang berkunjung. Menyusul satu. Duduk di pojokan. Harap saya mereka menjadikannya tempat duduk kuasa mereka. Tiada yang boleh duduk di sana kalau mereka datang. Ramai ruang oleh hiruk-pikuk cerita. Inilah kedai. Tiada kata, tiada nyawa. Canda tawa menyegarkan raga, membuka rona. Terimakasih atas kunjungannya.”

 

Bandung, 19 Februari 2013

kedai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s