[Cerita] Lihat dan Ceritakan

Anda bisa dengan mudahnya menemukan artikel, tulisan, atau bahkan buku pandungan mengenai tips memotret. Memotret dengan kamera, tentunya. Walau begitu, selalu saja muncul pertanyaan entah dari mana dan entah dari siapa. “Bagaimana agar bisa memotret?” atau “Bagaimana cara memotret agar hasilnya bagus?” Perlukah dijawab? Tentu! Karena kalau tidak anda bisa dikira sombong.

Jikalau saya diperbolehkan memberi jawab, maka akan saya katakan kurang lebih seperti ini:

Memotret itu perihal kedewasaan. Memotret ini tentang pola pikir dan suasana hati. Memotret itu bukan sekedar momentum. Memindahkan suatu realitas ke dalam media foto bukanlah perkara mudah (menurut saya). Memotret memang “sekedar” melihat, membidik, lalu menekan ‘shutter’. Akan tetapi, bagi saya memotret adalah sebuah proses. Proses seseorang dalam memaknai hidup – memberi arti pada kejadian. Bolehlah saya katakan bahwa karya hasil memotret mampu mencerminkan karakter seseorang. Sulit mungkin. Tapi bagi saya tidak ada foto yang jelek, buruk secara teknis mungkin. Jadilah memotret sebuah hal yang menarik untuk dipelajari. Berkembang seiring berkembangnya pemikiran seseorang. Paduan cita rasa mengolah suasana akan membuat hasil foto menjadi lebih dramatis.

Lihatlah, pikirkan – rasakan, lalu ceritakan lewat gambar! Selamat memotret!πŸ™‚

IMG_7068

Aula Barat ITB, Bandung – Jawa Barat

tahun lalu

Bandung, 27 Januari’13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s