[Cerita] Seorang Kawan

Tentang Rian

Gemuruh dan awan hitam di kolong langit Bandung sedang bersahut-sahutan kala tulisan ini dibuat. Saya sedang berada di Dago 322, di sebuah kedai bernama Cokotetra. Seorang waiter tengah duduk di kursi luar, menikmati sebatang rokok sembari menanti pelanggan datang. Saya memilih duduk di ruangan dalam, mencoba menyelesaikan novel karya Cameron West. Selang beberapa lama, waiter tsb selesai dengan kebutuhan  untuk bersantai dan berpindah duduk ke ruang dalam. Ia duduk semeja dengan saya. Rian, namanya. Pegawai baru di Cokotetra. Dan sore itu, ia bercerita tentang hidupnya. Dan komunikasi yang ia lakukan telah sampai kepada fase interaktif – dimana umpan balik senantiasa saya berikan kepadanya. Ceritanya singkat, namun memberi arti bagi saya – bagaimana hidup harus dijalani dengan bijak.

Umurnya baru 19 tahun, begitu ia mengaku ketika berkenalan. Ia adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. Lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil di Jawa Barat – Sumedang. Ketika ia kecil, ibunya telah tiada. Ia berkisah bahwa hanya sekilas bayangan ibunya yang senantiasa masih melekat diingatannya. Sedari kecil ia dirawat oleh ayah dan kakak-kakaknya. Namun, ketika ayahnya memutuskan untuk menikah kembali, ia memilih untuk tinggal bersama pamannya. Adiknya yang paling kecil hidup bersama ayahnya itu – bertemankan ibu tiri, tentunya.

Selama hidup bersama pamannya, ia didik tentang agama secara ketat. Sholat tidak boleh terlambat. Pamannya bukan ustadz ataupun kyai – hanya seseorang yang punya pemahaman ilmu agama dan sering kali memberi ceramah di masjid. Masa kecilnya sangat jauh dari ‘aktivitas senang-senang’ yang cenderung dialami oleh kebanyakan anak kecil lainnya. Pamannya sangat membatasi kegiatan bermainnya. Waktunya dihabiskan untuk bersekolah, belajar ilmu agama, dan mencari uang. Ya, mencari uang. Pamannya tidak pernah memberi uang jajan. Alhasil, ia mencoba untuk berjualan dari mencari buah-buahan di kebun yang bisa dijual lagi. Uangnya ia gunakan untuk jajan. Hingga ia beranjak remaja, kehidupannya tidak banyak berubah.

Sampai pada masa dimana kehidupan menuntutnya untuk bekerja, bangku sekolah pun ia tinggalkan. Awalnya ia bekerja bersama pamannya. Lima bulan kemudian, ia memutuskan untuk bekerja di sebuah pabrik di pinggiran kota Bandung. Namun, di tempat ini pun ia hanya bertahan selama tujuh bulan. Lepas dari pabrik, ia hijrah ke Bandung, mencoba peruntungan dengan berjualan pulsa. Sampai pada akhirnya, sebuah penawaran untuk bekerja di kedai kopi datang padanya. Tidak terlalu lama mempertimbangkan, ia menerima tawaran tersebut. Jadilah seorang Rian bekerja sebagai waiter di kedai kopi bernama Cokotetra.

Ada banyak hal lain yang ia utarakan dalam percakapan sore itu. Saya merasa bahwa Rian adalah tipe orang yang bekerja keras. Semampunya ia tidak bergantung pada ayah dan kakaknya dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup. Sejak bekerja, justru ia yang sering membantu menafkahi ayahnya. Tidak ketinggalan adiknya yang kecil juga ikut-ikutan meminta jatah jajan padanya. Ia merasa bersyukur masih mampu untuk melakukan pekerjaan halal, walaupun upahnya tidak terlalu besar. Saya pun merasa beruntung bisa berkenalan dengan orang ini. Ia secara tidak langsung telah mengajarkan pada saya bagaimana menjadi orang yang bekerja keras. Keterbatasan pendidikan yang ia miliki tidak menghalangi dirinya untuk terus berusaha menyambung hidup. Ia adalah orang yang senang bercerita dan cenderung tidak menutup diri. Sikapnya yang tenang dan ramah menurut saya merupakan cerminan dari kehidupan ‘keras’ yang sedang dilaluinya. Dan cerita ini  membuat saya merenung – seperti apa diri saya saat ini?!

Bandung, 27 Desember 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s