[Catatan] Bedah Buku “Surat Malam untuk Presiden”

Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Bandung yang ke-202, IKAPI Jawa Barat bekerja sama dengan Pemkot Bandung menyelenggarakan agenda Pameran Buku Bandung 2012 pada tanggal 2 – 8 Oktober 2012 di gedung Landmark, Jl. Braga 129 Bandung.

Pameran yang mengangkat tema “Menuju Bandung sebagai Kota Buku Sejagat” ini menyajikan ragam kegiatan seperti, bazar buku, diskusi budaya, bedah buku, pentas seni, talkshow dan lomba menyanyi. Terlihat ada 89 stan yang diisi oleh bebagai penerbit buku, seperti Mizan, Penerbit ITB, Obor Indonesia, LP3ES, dan penerbit lainnya. Setiap harinya, pameran dibuka pukul 09:00 – 21:00 dengan ragam kegiatan yang berbeda-beda.

Rabu (03/10) bertempat di gedung yang sama, salah satu rangkaian kegiatan dari pameran buku ini adalah Bedah Buku “Surat Malam untuk Presiden” yang diadakan oleh penerbit Gradien. Bedah buku kali ini menghadirkan tokoh Acep Iwan Saidi, selaku penulis buku tersebut serta Tisna Sanjaya dan Aat Suratin sebagai pengulas. Sesuai jadwal, acara yang berlangsung pukul 15:30 – 17:30 tersebut dihadiri oleh kalangan akademisi dan masyarakat umum. Acep Iwan Saidi merupakan tokoh yang dikenal sebagai sastrawan dan penulis. Tulisannya sering muncul di media cetak nasional. Selain itu, Acep juga aktif sebagai narasumber dalam diskusi yang diadakan oleh stasiun televisi lokal dan nasional.

Pada sesi pertama, kesempatan diberikan kepada Tisna Sanjaya yang juga merupakan seniman dan dosen seni rupa ITB untuk mengulas secara ringkas mengenai buka karya kang Acep tersebut. Menurut penuturan Tisna, buku yang memaparkan narasi singkat yang diambil dari status-status facebook penulis ini pada prinsipnya merupakan sebuah strategi baru dalam penyampaian gagasan di media. Tisna menambahkan bahwa strategi yang digunakan Acep adalah melakukan sebuah siklus yang berawal dari gagasan mengenai kegelisahan terhadap suatu kondisi yang kemudian diejawantahkan melalui media online (facebook). Tulisan-tulisan yang terakumulasi dalam media digital tersebut pada akhirnya disajikan kembali secara manual dalam wujud buku. Selain itu, masih dalam pandangan Tisna, ia menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan Acep ini merupakan suatu upaya penyadaran kepada masyarakat umum terkait kondisi yang terjadi di sekitar. Tisna mencontohkan, sebagaimana yang tercantum pada prolog Acep di bukunya, bahwa ada kegelisahan mengenai “kampung yang terlupakan” dari seorang yang tinggal di suatu perkampungan. Kegelisahan ini yang kemudian ditransformasi dalam bentuk digital (status facebook).

Kesempatan kedua diisi oleh Aat Suratin yang memaparkan bahwa  salah satu alasan mengapa buku ini mengangkat judul “Surat Malam untuk Presiden” adalah karena si penulis mampu memberikan suasana malam  (nokturnal) melalui tulisan-tulisannya. Menurut Aat, penulis (Acep) memulai proses penulisannya dengan mengidentifikasi posisinya dalam ekosistem tempat ia bernaung. Melalui proses ini, Acep mampu menjadikan dirinya sebagai tokoh (intelektual) yang mampu merasakan kritis atas objek yang dikritisinya (empatif). Selain itu, Aat menegaskan bahwa rangkuman-rangkuman status Acep di bukunya dapat menjadi sebuah referensi karena adanya ragam pemikiran yang terselektif secara pemikiran. Komentar / tanggapan yang juga dicantumkan dalam buku ini (terkait tulisan-tulisan penulis) menjadi sebuah keuntungan ketika membacanya. Lampiran tersebut seolah menjadi media untuk saling melengkapi dan menyeleksi pendapat.

Di akhir acara, dibuka sesi tanya jawab atau diskusi untuk para peserta acara yang dipimpin oleh moderator. Ragam pertanyaan ini kemudian ditanggapi oleh ketiga tokoh yang menjadi pengulas buku dan penulis buku “Surat Malam untuk Presiden” ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s