[Catatan] Lightchestra – “Ketika Hutan Bergaya”

Image

Hutan boleh jadi bukanlah alternatif tempat untuk menikmati suguhan pertunjukan musik bersama rekan, teman, kerabat, atau pun kekasih. Tapi, hal ini tidak berlaku di kota Bandung, tepat nya di hutan kota Babakan Siliwangi. Seolah tidak mau kalah dengan keriuhan kota Bandung di malam hari, selama tiga hari berturut-turut hutan kota ini disulap menjadi gemerlap. Sebuah konsep anyar dibawakan oleh Bandung Creative City Forum (BCCF) selaku penyelenggara dalam rangkaian acara Helarfest 2012 di kota Bandung. Salah satu gelaran acara yang baru saja usai dilaksanakan adalah Lighchestra, sebuah konsep pertunjukan musik yang disertai dengan “permainan” lighting (laser dan lampu sorot) di dalam hutan kota. Acara ini telah berlangsung pada tanggal 5-7 Juli 2012 yang lalu.

Helarfest 2012

Sempat absen selama dua tahun, akhirnya BCCF kembali mengadakan hajatan akbar Helarfest 2012 yang akan diadakan di empat spot di kota Bandung. Konsep utama yang dibawa pada Helarfest tahun ini adalah ruang kota. Empat tempat yang dijadikan venue pada gelaran tahun ini mewakili empat model ruang kota di Bandung, yaitu hutan kota, taman kota, kampung kota, dan sungai kota.

Image

Konsep ruang kota diangkat dengan tujuan untuk mendekatkan kembali masyarakat dengan ruang publik yang ada di kota, khususnya kota Bandung. Realita selama ini memperlihatkan bahwa ruang publik cenderung “dijauhi” dan hanya digunakan pada waktu-waktu tertentu saja. Semisal, lapangan Gasibu pada minggu pagi akan berubah wujud menjadi pasar tumpah yang dipenuhi manusia. Lain halnya dengan sungai cikapundung. Dahulu sungai ini terkenal dengan airnya yang bersih dan menjadi salah satu sumber pemasok air untuk PLTA di kota Bandung pada era kolonialisme. Namun, ironi saat ini memperlihatkan suatu fenomena telah rusaknya kualitas air sungai di Cikapundung. Kondisi ini pula lah yang menjadikan masyarakat semakin enggan untuk memanfaatkan salah satu ruang publik di kota Bandung ini. Berawal dari fakta-fakta ini lah, BCCF kembali mengadakan hajatan Helarfest 2012 yang diketuai oleh Galih Sedayu yang juga pendiri dari APC Institute.

Helarfest 2012 akan diadakan mulai bulan Juli hingga Oktober 2012. Empat lokasi yang dipilih menjadi tempat penyelenggaraan adalah hutan kota Babakan Siliwangi, Sungai Cikapundung, Lapangan Gasibu, dan Pemukiman Taman Sari.

Kembali bersahabat dengan hutan

Setelah mendapat pengakuan Internasional sebagai hutan kota dunia, Babakan Siliwangi seolah mendapat perhatian dari seluruh warga kota di Bandung. Hutan kota seluas 3,8 Ha ini diresmikan menjadi hutan kota dunia di sela acara Tunza Indonesia, september tahun lalu. Peresmian ini dihadiri oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada, Menteri Lingkungan Hidup RI Gusti Muhammad Hatta, dan Direktur Eksekutif UNEP Achim Steiner. Babakan Siliwangi memegang peran penting dalam penyediaan Ruang Tebuka Hijau (RTH) di kota Bandung. Kontroversi statusnya yang sempat akan dialih gunakan menjadi lahan “semi-komersil” oleh pemerintah setempat berbuah pengakuan internasional, yaitu hutan kota dunia. Status ini menjadikan Babakan Siliwangi menjadi hutan yang dikawal kelestariannya oleh semua orang di dunia.

Image

Lightchestra, salah satu rangkaian acara Helarfest 2012 boleh jadi dibilang sebagai upaya meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap hutan kota. Acara yang diadakan di hutan kota Babakan Siliwangi ini menampilkan berbagai pertunjukan musik dari band-band lokal di kota Bandung, seperti Nada Fiksi, Mr.Sonjaya, Cozy Street Corner, Deugalih and Folk, Grace Sahertian Tesla Manaf feat MGG, dan group band lainnya. Selain itu, hadir pula komunitas seperti Sahabat Walhi, Pensilkertas, Layar Kita, dan SOS Baksil. Nilai tambah yang dihadirkan pada acara Lightchestra ini adalah adanya suguhan “tembakan” lampu sorot dan laser di antara rimbun pepohonan di Babakan Siliwangi. Adanya konsep acara yang terbilang baru di kota Bandung ini sekiranya dapat mengubah paradigma di masyarakat bahwa hutan merupakan tempat yang kurang menarik untuk dikunjungi. Terbukti, melalui event Lightchestra ini, banyak masyarakat kota Bandung yang didominasi kamu muda, hadir untuk meramaikan acara. Selain dari Lightchestra, akan ada rangkaian agenda Helarfest lainnya, yaitu Pruung Out (Kuliner Ramadhan), Kampung Festival, dan Cikapundung River Front Festival. [bow]

photo by : triwibowo.hari

2 thoughts on “[Catatan] Lightchestra – “Ketika Hutan Bergaya”

  1. Pingback: Kawasan Kumuh Itu Kini Jadi Ikon Wisata Baru | makanenak.info

  2. Pingback: Kompilasi Artikel Berita Pembukaan HelarFest 2012 & Event Lightchestra di Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi « bandungcreativecityforum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s