#3 Jelajah Nusantara – Sempu Island

…Pulau Sempu adalah tujuan berikutnya setelah berhasil menjelajahi Dieng dan Solo. Saya dan rekan saya, Icang berangkat dari stasiun Solojebres, kota Solo pukul 01.45 dini hari. Sudah di duga, kereta dipenuhi oleh penumpang dari stasiun sebelumnya. Terpaksa kami berdua duduk lesehan di koridor gerbong untuk beberapa lama, berharap banyak penumpang turun dan ada kursi yang kosong. Maklum, ini kereta ekonomi, bung!


Pukul 10.00 pagi, kereta tiba di stasiun Malang Kota Lama. Kami segera melanjutkan perjalanan ke Dampit, tujuannya adalah ke rumah salah seorang teman kuliah di ITB. Untuk menuju Dampit, kami harus naik dua kali kendaraan. Pertama, naik angkot dari stasiun ke terminal Gadang, lalu yang kedua naik bus dari terminal Gadang ke Dampit.  Jarak tempuh dari Malang ke Dampit lebih kurang 30km.

Hampir satu jam perjalanan, kami sampai di rumah teman tsb dan langsung mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan ke pulau Sempu. Karena mempertimbangkan aksesibilitas, kami memutuskan untuk meminjam motor milik paman kami tsb. Lumayan untuk menghemat biaya perjalanan. Menjelang tengah hari, kami berangkat menuju Sendang Biru, check point sebelum ke Pulau Sempu. Jarak tempuhnya sekitar 40 km.

Medan yang ditempuh menuju Sendang Biru cukup bervariasi, kami harus naik turun bukit sebanyak 3x dengan menggunakan motor bebek keluaran 80’an. Lumayan menyiksa, tapi menyenangkan karena kondisi jalannya cukup mulus. Pukul 13.30 kami sampai di pantai Sendang Biru. Pantai ini merupakan check point terakhir sebelum ke pulau Sempu, kita bisa menyebrang menggunakan perahu dari pantai ini.

Kurang beruntung memang. Ternyata jadwal keberangkatan perahu terakhir menuju pulau Sempu adalah pukul 11.o0 siang setiap harinya. Alhasil, hari itu kami terpaksa menginap di Sendang Biru karena kemalaman kalau harus kembali ke Dampit. Sialnya lagi, sewa perahu untuk ke Sempu sekitar 100ribu PP. Itu berarti kami harus bayar 50ribu seorang karena hanya berdua. Sepanjang malam, saya dan Icang berpikir keras untuk mencari cara terhemat ke pulau tersebut. Lelah mencari solusi, akhirnya kami tetapkan untuk berangkat ke pulau Sempu esok pagi, apapun kondisinya. Malam itu kami menginap di kantor Konservasi Cagar Alam Sempu, disini kami berkenalan dengan pak Ardiyanto, orang yang bertugas mengelola pulau Sempu, bersama rekan-rekannya. Kami tidur seadanya, diatas sofa yang sudah mengenaskan kondisinya, namun masih layak untuk diduduki. Alhamdulillah pak Ardiyanto masih berbaik hati menampung kami di kantornya.

Pukul 06.00 pagi, Sendang Biru, 06 Januari 2011, kami bersiap berangkat ke pulau Sempu. Beruntung, ternyata ada serombongan orang yang juga akan berangkat ke pulau Sempu, pagi itu. Mereka dari Surabaya dan Lamongan. Jumlahnya sekitar 10 orang, ditambah kami berdua jadi 12 orang. Wow, itu berarti, kami hanya akan mengeluarkan urang 10ribu rupiah untuk menyebrang ke Sempu, PP.

Pukul 07.00, kami beserta rombongan berangkat ke pulau Sempu. Hanya butuh waktu 15 menit menyebrang ke pulau tersebut dengan menggunakan perahu. Sesampainya di pulau, kami langsung tracking menuju lokasi. Beruntung, ternyata salah seorang dari rombongan kami sudah pernah dua kali ke pulau ini, sehingga kami tak perlu lagi menyewa guide untuk tracking. Pulau Sempu merupakan kawasan konservasi cagar alam sehingga keaslian pulau perlu dipertahankan. Oleh karena itu, peraturan resminya, kawasan ini tidak boleh digunakan untuk camping kecuali untuk keperluan penelitian atau pecinta alam. Kondisi jalur yang kami tempuh cukup membuat repot. Licin dan berlumpur, begitulah gambaran jalur tracking yang harus dilalui. Hampir 2 jam waktu yang kami habiskan sebelum akhirnya sampai dilokasi yang dituju, Segoro Anak.

Sesampainya di Segoro Anak, saya langsung mencari spot-spot menarik untuk dipotret. Sisanya, saya habiskan untuk istirahat. Rombongan lain lebih banyak menghabiskan waktu dengan berenang. Dan diluar dugaan, saya dan Icang bertemu teman satu kuliahan di tempat ini. Ternyata mereka sudah dua hari di Segoro Anak, camping. Hal yang paling penting ketika melakukan perjalanan di pulau Sempu adalaha, tidak lupa membawa air mineral yang banyak. Kondisi ini karena di pulau Sempu sangat sulit mencari sumber air mineral (tawar), dan tidak ada orang jualan air tentunya.

Selepas dzuhur, kami melanjutkan perjalanan kembali ke bibir pantai pulau Sempu, menunggu jemputan perahu ke Sendang Biru. Perjalanan pulang terasa lebih berat, mungkin karena kelelahan dan terlalu banyak istirahat. Kami sempat berhenti beberapa kali untuk istirahat sejenak menghela nafas. Huhh. Akhirnya sampai di pinggir pantai, kami pun menunggu jemputan perahu yang tadi kami sewa. Tak lama menunggu, perahu datang menjemput.

Segera kami membereskan semua peralatan yang kami bawa untuk bersiap kembali ke Dampit, ke rumah teman. Tak lupa, kami berterimakasih ke rombongan arek-arek Suroboyo dan Lamongan atas bantuannya di pulau Sempu, juga kepada pak Ardiyanto dan keluarga yang sudah mau menampung kami di Sendanng Biru. Kami kembali ke Dampit dengan sepeda motor dan malangnya, ditengah jalan kami kehujanan. Perjalanan kami lanjutkan, namun dengan kondisi sedikit tertahan oleh hujan. Kami baru sampai di Dampit sekitar pukul 16.00 sore. Di Dampit, kami istirahat sejenak, ngobrol-ngobrol dengan paman Rifky (nama teman kami), makan, mandi, dan sholat. Beruntung kami bisa di service oleh keluarga teman kami ini. Sangat menghemat pengeluaranm tentunya. Sehabis magrib, saya dan Icang berpamitan dengan paman Rifky (karena Rifky sudah duluan ke Bandung) untuk melanjutkan perjalanan ke  kota Malang.

Pukul 18.30 kami berangkat menggunakan Elf (minibus) dengan tujuan terminal Gadang, kota Malang. Bersiap untuk perjalanan berikutnya.  [to be continue]
Info:

Kereta api ekonomi : solo-malang  Rp.37000

Angkot stasiun – terminal Gadang : Rp.2500

Bus terminal Gadang – Dampit atau Simp.Turen : Rp.7500

Dampit – Sendang Biru : biasanya ada angkot, tapi jarang.

Sewa kapal : Rp.100000 per kapal – PP

Karcis masuk Sempu : Rp.5500

Surat Izin dari Kantor Konservasi :  seikhlasnya.

Foto lainnya:

Sempu-I : view Samudera Hindia dari Segoro Anak

Sempu-II : karang bolong – segoro anak

Sempu-III : segoro anak

Sempu-IV : –

Sempu V : fauna p.sempu

photo by: triwibowo.hari (http://triwibowohari.deviantart.com/gallery/)

next trip : #4 Jelajah Nusantara – Malang “Old city”

4 thoughts on “#3 Jelajah Nusantara – Sempu Island

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s